Kamis, 15 Maret 2012
Saya suka banget minum kopi. Kopi apa aja deh yang penting bernama kopi, tapi seringnya sih minum kopi manis hitam. Sensasi aromanya itu loh tak ada duanya, yummeeh! Saking cintanya saya dengan kopi, saya sampai dijuluki si "nenek-nenek" di keluarga saya. Iiih masih belia gini masa' dikatain "nenek-nenek" *sambil batuk2* *gejala tua* :D
Kalau kamu suka apa?
Label: daily life, me
Selasa, 06 Maret 2012
Malam pertama di HK, saya mengajak mereka "cuci mata" ke pasar malam dekat rumah saya, Night Market, Temple Street. Night Market ini berbeda dengan Ladies Market, Mongkok. Meski tak sepopuler Ladies Market di mata para wisatawan, namun pasar ini menawarkan hal unik-unik lainnya yaitu banyaknya stand peramal sepanjang jalan, karaoke "kakek-nenek" pinggir jalan, penjual pernak-pernik dari Nepal, alat-alat bantu seks (seriously, they sell these things openly, in public area, beside the road pula! ckck).
Setelah asik cuci mata dan membeli beberapa keperluan, kami balik ke rumah dan tiduuurrr zzz..
Esok harinya kami ke... (hmm sebenernya saya agak lupa dengan iitinerary nya, kemana dulu ya? hahahaa -tour guide gadungan-)
Ok, intinya mereka ke Disneyland! Ngga tau kenapa ini merupakan tempat yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan, tapi tidak bagi saya. Saya lebih memilih Ocean Park! Ocean Park ini seperti dufan+gelanggang ancol yang super keren. Next time, saya posting khusus tentang Ocean Park ya! :)
Disneyland HK
Disneyland ini berada di Pulau Lantau, sepulau dengan airport dan Giant Buddha. Untuk sampai kesini kami menggunakan MTR dengan rute: start dari Jordan-Lai King (orange line), transit di Lai King lanjut ke Sunny Bay (yellow line) lalu ke Disneyland Resort. Nah dari Sunny Bay kita bakalan "dijemput" dengan metro disneyland yang lucu banget.
Tiket Disneyland untuk regular day: 350 HKD (dewasa), 250 HKD (anak-anak), 170 HKD (manula/ 65 tahun keatas). Kalau kamu ngga punya uang, jangan sedih. Kamu masih bisa foto-foto di halaman Disneyland ini. Hihihii
Ladies Market, Mongkok
Setelah mereka puas bermain seharian di Disneyland (saya hanya mengantar sampai gerbang Disney, lalu kembali lagi ke Jordan untuk bekerja) sore harinya lanjut jalan-jalan ke Ladies Market, Mongkok. Jarak Disneyland - Mongkok lumayan jauh tapi semua terasa dekat dan dapat ditempuh dengan cepat berkat MTR. Dengan sedikit panduan dari saya, transit dimana dan exit di pintu mana, kami pun bertemu di titik janjian yaitu di depan Langham Palace H&M. Oia, bagi yang baru pertama kali ke daerah ini akan disambut dengan bau yang kurang sedap asap goreng-gorengan pinggir jalan (cumi, udang, ikan, babi, dll). Baunya naujubileee... Sebenernya sih gorengan yang seperti ini banyak dijumpai di pinggir jalan HK atau di tengah-tengah keramaian. Dan baunya itu sama. Bauuu!
Ok, lanjut. Dari Langham Palace kita jalan kira-kira 500 meter dan aha! ketemu deh Ladies Market nya. Pasar ini terdiri dari banyak lapak terpal yang membentuk satu lorong, buka dari siang hingga malam jam 11an. Pagi harinya jalanan disini dipakai sebagai jalanan umum dan ditutup pada siang hari untuk kegiatan niaga. Disini kamu bisa beli berbagai jenis barang mulai dari printilan ngga penting, souvenir-souvenir khas HK, baju, sepatu, underwear dengan bentuk yang aneh bin ajaib, tas-tas KW, sampai jam KW juga ada. "Copy handbag copy watchie mister?"
Marisa dkk pun tak pulang dengan tangan hampa. Haram hukumnya. Hahahaa..
Avenue of Stars (Symphony of Lights)
Tempat yang satu ini juga wajib banget untuk dikunjungi apalagi setiap malam jam 8 ada Symphony of Light.
Causeway Bay (CSWB)
Hari terakhir di HK, saya mengajak mereka ke Causeway Bay. Di daerah ini banyaaaaaaaaaaak banget orang Indonesianya apalagi kami kesana hari Minggu hari liburnya para pekerja (baca: mba-mba buruh migran). Jadi jangan heran kalau familiar dengan bahasa indonesia dengan logat jawa di sepanjaaaaaang jalan. Hahahaa..
Di CSWB ini terdapat taman yang bernama Victoria Park, pusat berkumpulnya mba-mba buruh migran. Fyi, di HK ada satu komunitas mba-mba buruh migran yang lesbian. Hmm, kedengerannya ngeri ya? Tapi ini benar-benar ada loh. Bukan bermaksud untuk sara atau rasis atau apalah namanya itu. Saya disini hanya sekadar memberikan informasi :). Ciri-cirinya: rambut cepak dan berwarna, celana pendek sebetis yg dipakenya dipinggul (keliatan agak melorot gitu), dompet berantai, kaos gombrong. Tomboy. Hmm sekilas penampilannya seperti salah satu vokalis dari band The Virgin berinisial M. Kalau kalian pernah nonton "Minggu Pagi di Victoria Park"-nya Lola Amaria pasti tahu deh tentang hal ini. Aneh-aneh aja ya kelakuan di negeri orang. Ckckck.
Setelah 6 hari bersama (4-9 Mei 2011) akhirnya mereka kembali ke tanah air dan saya tetap di HK. Banyak banget hal-hal yang seru-seru yang panjang banget kalau diceritain disini. Masak bareng, ke pasar beli sayur bareng, nyasar bareng, makan bubur ikan, makan makanan india, hot and cold-nya mc.d, ketawa-ketiwi ngeliatin pramugara tiger airways yang notabene indiahe (ahem!), aaaah banyak deh. Sampai bertemu dengan kalian di negara yang lain ya! Oia, mereka juga ke Macau loh tapi saya ngga ikut, ini oleh-oleh enak dari Macau:
Portuguese Egg Tart, yummy!
Cheers,
Daboe
yang lagi makan egg tart #yakaliii #itusetahunyanglalu
Label: 2nd home: HK, traveling
Marisa adalah salah satu sahabat saya. Kami sudah kenal sejak SMP, jaman dimana kami masih cupu-cupunya. Walaupun sudah kenal lama tapi kami jarang banget jalan-jalan ke luar kota apalagi ke luar negeri bareng. Alhamdulillah kesempatan itu datang juga. Bulan Mei tahun lalu Marisa dan teman-temannya sebut saja Dani dan Mba Cella melakukan trip ke HK dan Macau. Pada saat itu memang jadwal saya harus terbang kembali ke HK. Dengan sengaja saya memesan tiket yang sama dengan mereka. Dan ini pertama kalinya saya satu pesawat dengan teman saya. Norak. Hahahaa.. Biarin, wooo :p
CGK-SIN with Tiger Airways
Karena Tiger Airways tidak ada direct flight CGK-HKG, jadi kami harus ke SIN dulu. Transit di terminal bugdet-yang-super-duper-kecil-sekoprol-juga-abis selama kurang lebih 3 jam. Tak banyak yang kami lakukan disini. Kami hanya memesan burger Mc.D dan mengobrol tentang itinerary mereka selama di HK. Mereka meminta tolong saya yang notabene adalah preman HK untuk membuat list tempat-tempat yang harus dikunjungi selama di HK.
Nunggu pesawat di Singapur
SIN-HKG with Tiger Airways
Perjalanan menempuh waktu 4 jam. Itu artinya 4 jam tanpa musik, tanpa film, tanpa hiburan, tanpa makanan (kecuali beli sendiri). Yah namanya juga low fare airlines, terima aja deh :) Untuk membunuh waktu yang sepi, kami pun berfoto-foto, yeeeaah... Empat jam berlalu kami pun sampai di HK International Airport. Bagi para pelancong yang baru pertama kali menginjakan kakinya di HKIA pasti akan terperangah takjub. Saya bisa melihat di raut wajah mereka. Raut terbengong-bengong. Hihihii
Marisa, Mba Cella, Dani
It's a beautiful view, isn't it?
Ada tiga pilihan moda transportasi dari airport ke pusat kota, yaitu taxi, metro, bis double dekker. Pilihan jatuh pada bis double dekker karena itu yang paling murah. Hehehee. Tiket bisa dibeli di counter dekat terminal bis atau dengan menggunakan uang PAS (termasuk sen-sennya) atau yang lebih mudah dengan menggunakan Kartu Octopus. Apa sih kartu Octopus? Find the answer in my previous posting :)
Setelah kurang lebih 45 menit kami pun sampai di rumah saya. Ayah saya menyambut kami dengan gembira. Yaiyalah! Masa' marah-marah? X))
Mau tau serunya trip mereka selama di HK? Lanjut di postingan berikutnya yaaa :)
Cheers,
Daboe
si preman HK
Label: 2nd home: HK, traveling

Yaolooooh...sudah hampir satu tahun saya tidak meng-update blog saya. Malu. Malu. Malu. Terutama terhadap diri saya sandiri karena saya kalah dengan rasa malas saya. Dan malu terhadap teman-teman yang rajin bangget meng-update blog mereka.
Well, mulai detik ini saya akan berusaha menulis blog dengan rajin. Semoga. Banyak banget peristiwa yang saya alami selama setahun kebelakang dan semuanya menyenangkan untuk di-share, terutama perihal lope-lopean. Ihiy! *pipimemerah*
Ok teman-teman, selamat menikmati blog saya lagi ya ;)
Cheers,
Daboe
Sabtu, 21 Mei 2011
Saya bukan bule tapi kalau sarapan nggak makan roti sepertinya ada yang kurang. Sudah menjadi kebiasaan dikeluarga saya sarapan dengan roti. Ya, mungkin tidak setiap hari tapi hampir setiap pagi hari kami dihiasi dengan roti-roti.
Kebiasaan ini masih saya lakukan di sini. Bedanya di sini (baca: hk) nggak ada tukang roti keliling, tapi jangan sedih...banyak banget toko roti di pinggir jalan dengan harga miring dan rasanya enak! Harga mulai 2,5 hkd (sekitar Rp 2600) - 10 hkd (sekitar Rp 11.000).
Berikut roti-roti favorit saya:
Sweet Bun, 2,5 hkd
Corn and mushroom pizza, 4 hkd
Label: 2nd home: HK, daily life
Label: 2nd home: HK, daily life
Rabu, 11 Mei 2011
Akhirnya tercetus juga kata-kata: Cooking is Fun, Memasak menyenangkan! dari mulut saya. Saya memang tidak bisa memasak. Sama sekali. Boleh dibilang kalau saya termasuk anggota keluarga yang pasif di dapur. Saya anak ketiga dari empat bersaudara. Kakak serta adik laki-laki saya bisa memasak. Kakak perempuan saya tentu sangat bisa. Papa? Bisa juga. Mama? Waaah..paling jago!!!
Semenjak hidup di luar, saya diharuskan mencoba hal ini, memasak. Hal yang seharusnya sudah lumrah untuk perempuan termasuk saya. Tapi saya begitu amatir. Sangat amatir sekali. Malu saya dengan chef tercinta saya: Jamie Oliver. Hehehe...
Dengan tekad ingin memperbaiki martabat saya sebagai perempuan dan tentunya supaya perut kenyang, saya memberanikan diri meracik bumbu-bumbu dan memadukan bahan makanan yang lain menjadi suatu masakan. Voila! Kare ayam ala Daboe siap mengguncang lidah Anda.
*bahan-bahannya: ayam (bisa diganti dengan telur/ ikan atau kombinasi, bebas), sayuran (wortel/ kentang), bumbu kare instant (made in thailand) red/ yellow/ green curry, santan, air, gula, garam.
Kare ayam ini termasuk masakan andalan saya karena mudah membuatnya dan tentu saja rasanya mmm..enak dong! Perlu bukti? Buktikan sendiri kalau kamu ke HK ya, saya akan masak untuk kamu :) Tapi memang sih penampilannya urakan, heeeiii..yang penting rasanya bung! ;)
Nah, kalau yang ini masakan kedua saya. Hmm..gagal! Padahal cuma oseng-oseng sayuran aja. Waktu itu saya coba buat di bulan puasa, ngga bisa dicobain jadi gagal deh. *pembelaan*. Rasanya masyaAllah asin banget! Taaarraaa...oseng-oseng wortel+brokoli siap membuat Anda merem melek.
*bahan-bahannya: wortel, brokoli (bebas sayuran apa aja sesuai selera), bumbu knor dikit aja, garam dikit aja, gula juga dikit aja, dan bumbu-bumbu lain sesuai selera.
Selain dua masakan yang sudah disebutkan di atas, saya berhasil membuat sayur bayam! Aaaah..akhirnya! *tari hula-hula*. Ok, agak lebay sih. Hehehe... Perjuangan membuat sayur ini juga tak kalah lebay. Saya sama sekali blank dengan bumbu-bumbu sayur bayam, maka terjadilah komunikasi HK-Jakarta sekadar untuk menanyakan bumbu sayur bayam. Mahalan ongkos teleponnya. Hebat, kan?! :p
Saya akan terus belajar dan bereksperimen dengan bumbu-bumbu supaya suatu saat nanti saya bisa memasak masakan yang enak untuk suami saya. Kita lihat saja nanti. :)
Label: 2nd home: HK, daily life

