Sabtu, 21 Mei 2011

Roti muraaaah dan enaaaak!!!

Saya bukan bule tapi kalau sarapan nggak makan roti sepertinya ada yang kurang. Sudah menjadi kebiasaan dikeluarga saya sarapan dengan roti. Ya, mungkin tidak setiap hari tapi hampir setiap pagi hari kami dihiasi dengan roti-roti.

Kebiasaan ini masih saya lakukan di sini. Bedanya di sini (baca: hk) nggak ada tukang roti keliling, tapi jangan sedih...banyak banget toko roti di pinggir jalan dengan harga miring dan rasanya enak! Harga mulai 2,5 hkd (sekitar Rp 2600) - 10 hkd (sekitar Rp 11.000).


Berikut roti-roti favorit saya:



Sweet Bun, 2,5 hkd




Corn and mushroom pizza, 4 hkd

Cooking is Fun! #2

Kare ayam bumbu merah (Red Chicken Curry)




Kare ikan bumbu kuning (Yellow Fish Curry)




Oseng-oseng sawi

Rabu, 11 Mei 2011

Cooking is Fun!

Akhirnya tercetus juga kata-kata: Cooking is Fun, Memasak menyenangkan! dari mulut saya. Saya memang tidak bisa memasak. Sama sekali. Boleh dibilang kalau saya termasuk anggota keluarga yang pasif di dapur. Saya anak ketiga dari empat bersaudara. Kakak serta adik laki-laki saya bisa memasak. Kakak perempuan saya tentu sangat bisa. Papa? Bisa juga. Mama? Waaah..paling jago!!!


Semenjak hidup di luar, saya diharuskan mencoba hal ini, memasak. Hal yang seharusnya sudah lumrah untuk perempuan termasuk saya. Tapi saya begitu amatir. Sangat amatir sekali. Malu saya dengan chef tercinta saya: Jamie Oliver. Hehehe...


Dengan tekad ingin memperbaiki martabat saya sebagai perempuan dan tentunya supaya perut kenyang, saya memberanikan diri meracik bumbu-bumbu dan memadukan bahan makanan yang lain menjadi suatu masakan. Voila! Kare ayam ala Daboe siap mengguncang lidah Anda.




*bahan-bahannya: ayam (bisa diganti dengan telur/ ikan atau kombinasi, bebas), sayuran (wortel/ kentang), bumbu kare instant (made in thailand) red/ yellow/ green curry, santan, air, gula, garam.


Kare ayam ini termasuk masakan andalan saya karena mudah membuatnya dan tentu saja rasanya mmm..enak dong! Perlu bukti? Buktikan sendiri kalau kamu ke HK ya, saya akan masak untuk kamu :) Tapi memang sih penampilannya urakan, heeeiii..yang penting rasanya bung! ;)


Nah, kalau yang ini masakan kedua saya. Hmm..gagal! Padahal cuma oseng-oseng sayuran aja. Waktu itu saya coba buat di bulan puasa, ngga bisa dicobain jadi gagal deh. *pembelaan*. Rasanya masyaAllah asin banget! Taaarraaa...oseng-oseng wortel+brokoli siap membuat Anda merem melek.




*bahan-bahannya: wortel, brokoli (bebas sayuran apa aja sesuai selera), bumbu knor dikit aja, garam dikit aja, gula juga dikit aja, dan bumbu-bumbu lain sesuai selera.


Selain dua masakan yang sudah disebutkan di atas, saya berhasil membuat sayur bayam! Aaaah..akhirnya! *tari hula-hula*. Ok, agak lebay sih. Hehehe... Perjuangan membuat sayur ini juga tak kalah lebay. Saya sama sekali blank dengan bumbu-bumbu sayur bayam, maka terjadilah komunikasi HK-Jakarta sekadar untuk menanyakan bumbu sayur bayam. Mahalan ongkos teleponnya. Hebat, kan?! :p


Saya akan terus belajar dan bereksperimen dengan bumbu-bumbu supaya suatu saat nanti saya bisa memasak masakan yang enak untuk suami saya. Kita lihat saja nanti. :)

Sabtu, 26 Februari 2011

Fotografer


"This is my camera and this is my world."


Saya bukan seorang fotografer yang bermain dengan lensa-lensa super panjang dan canggih. Saya hanyalah seorang gadis kecil yang menyukai dunia fotografi. Saya suka memfoto, difoto, dan terfoto (baca: snapshot). Sebagian orang mungkin menganggap untuk menghasilkan foto yang bagus harus mempunyai kamera yang super canggih pula. Sebut saja kamera SLR atau merk kamera tertentu. Hmm..tidak harus kok. Menurut saya, foto yang bagus itu ditentukan oleh rasa. Rasa dalam artian teknik membidik si objek foto dan rasa juga memberikan 'nyawa' terhadap foto yang kamu hasilkan. Kamera hanyalah faktor pendukung. Percuma kan kalau kamu punya kamera canggih misalnya SLR tapi ngga tau cara pakainya atau tekniknya. Percuma juga kamu punya teknik yang oke tapi ngga punya kamera. Beli dong! ;)
Mulailah dengan kamera pocket atau dengan kamera di handphone kamu. Ayo..kita hunting foto! :)

My (Silly) Obsession

Do you have an obsession? Mine is to become a model of the video clip.

Lucu ya obsesi kok jadi model video klip. Hey..terserah saya dong apa obsesi saya, apa urusan kamu? Hehee.. :). Udah ah jangan cemberut, yuuk kita lanjut. Sudah lama saya memendam keinginan saya itu. Mimpi yang tak kunjung menjadi kenyataan. Hmm..mungkin belum menjadi kenyataan. Suatu saat pasti. *berpikiran positif*

Saya ingin sekali wajah saya, diri saya berada di salah satu video klip penyanyi ternama. Entah beradegan apa, yang penting tampil. Terserah siapa penyanyinya. Tompi boleh, Ridho Rhoma juga boleh, SM*SH mau banget! hahaha..

Kalau boleh request sih, saya ingin tampil di video klip nya White Shoes and The Couples Company. Kenapa mereka? Alasannya sederhana, saya nge-fans banget dengan mereka. Tidak hanya dengan lagu-lagu mereka, namun gaya berpakaian mereka yang retro/ jadul.

Kalau kamu, apa obsesi (konyol)mu?


Sabtu, 08 Januari 2011

Terima Kasih, Tuhan


Seharusnya saya tidak berkata-kata disini untuk berterimakasih kepada Tuhan, Allah SWT atas kebahagiaan yang diberikanNya kepada saya di sepanjang tahun kemarin, 2010, tahun penuh warna. Ini hanyalah salah satu cara saya berterimakasih kepadaNya selain berserah diri (baca: sholat).

Tahun 2010 memberikan saya banyak pelajaran hidup, bagaimana kerasnya hidup, nikmatnya hidup, senangnya bercinta dan sedihnya putus cinta. *tarik nafas perlahan*


Di tahun 2010, Alhamdulillah saya dipercaya untuk membantu bisnis ayah saya. Dan yang membuat saya bersemangat adalah kami (saya dan ayah saya) bekerja bukan di Jakarta, tetapi di negeri babah liong: Hong Kong. Taaarrraaa!!! Jujur, yang terlintas dalam benak saya saat pertama kali mendapat pekerjaan ini adalah jalan-jalan. Ya benar, traveling adalah hobi saya setelah fotografi. *senyam-senyum*
Walaupun background pendidikan saya sangat jauh berbeda dengan pekerjaan ini, tapi hari demi hari saya menikmatinya.

Di kota ini saya banyak belajar mulai dari hal kecil/ sepele sampai hal yang serius. Maklum, saya belum pernah merasakan hidup sendiri/ nge-kost dan ini pertama kalinya saya jauh dari rumah untuk waktu yang lama. Salah satu kemajuan saya: bisa memasak (walaupun masih "buta" bumbu) *tari hula2*

Kota ini memang kecil, tapi karena tata kota dan sistem transportasinya yang tertata baik membuat HK terlihat luas dan menakjubkan. Saya yakin kalau Indonesia, hmm..Jakarta dulu deh, ditata dengan baik pasti tidak jauh berbeda dengan HK. Di kota ini pula saya belajar bagaimana bertahan hidup sebagai kaum minoritas, bagaimana menghargai dan hidup berdampingan dengan berbagai keberagaman, bagaimana menjaga serta menghargai lingkungan, dll. Sedangkan dari pekerjaan saya, saya belajar tentang kejujuran, kepercayaan, kerja keras, serta ketulusan. Best part: hubungan saya dan ayah saya semakin kuat. Love him more. I love you, dad! Indeed!

Dari pekerjaan ini, saya bertemu orang-orang dari berbagai negara, sebut saja Kanada, Amerika, Vietnam, Cina, Korea, Thailand, dll. Bertemu orang baru seperti membuka cakrawala baru tentang negaranya, bahasanya, serta kebudayaannya. Menarik, bukan? :)


Hidup ini kurang sedap tanpa bumbu-bumbu cinta. Di awal tahun 2010 saya bertemu dengan seseorang dari situs jejaring sosial. Yeaaah..you may laugh. Walaupun kami belum pernah bertemu di dunia nyata, tapi hubungan kami semakin kuat hari demi hari. Yaaah..tapi apa mau dikata, kenyataan berkata lain. Kami pun mengakhiri hubungan kami di pertengahan tahun. Awal September 2010 saya bertemu dengan seorang pria. Ia sudah 9 tahun bekerja di HK dan lancar berbahasa Kanton, ini salah satu yang membuat saya takjub. Kami hanya bertemu 2 kali, karena pada saat itu saya harus kembali ke Jakarta. Hubungan kami merenggang karena kurang komunikasi. Sampai akhirnya kita memutuskan: Ok, kita akhiri saja hubungan ini. He didn't need my love, he need something else, my body! Crap! Bye bye, Mr.A!

Saya tahu nasib percintaan saya kurang mulus (baca: menyedihkan), hahahaha... Namun, ketika semuanya berakhir saya merasa lega dan bersyukur karena saya diberi kesempatan untuk mencintai dan dicintai (walaupun tidak bertahan lama). Tttsssaaah.. *siap-siap nyetel lagu dangdut*



Terima kasih Tuhan atas semua cobaan, kebahagiaan, dan semua hal yang saya rasakan selama ini. Terima kasih telah menempatkan saya dalam keluarga yang sempurna. Terima kasih telah memberikan saya teman-teman yang menyayangi saya dan saya pun menyayangi mereka. Terima kasih pula telah menggerakan hati teman-teman saya untuk membaca celotehan saya di blog saya :)


p.s: two smartphones in the xmas' eve, thanks :)

;;

By :
Free Blog Templates